Tugas Bahasa Indonesia Memproduksi Essai
Twitter sebagai Wadah Pornografi
Oleh : Tik Tik Kartika|XII IPA 4
Twitter adalah aplikasi jejaring sosial andalan dan sumber informasi peristiwa dunia. Mulai dari berita terbaru, cuaca, politik, hingga olahraga. Twitter juga adalah layanan bagi setiap orang untuk berkomunikasi dan tetap terhubung melalui pertukaran pesan yang cepat dan sering. Pengguna memposting (Tweet), yang dapat berisi foto, video, tautan, dan teks.
Namun sebagian orang menyalahgunakan Twitter sebagai wadah pornografi dengan memposting hal-hal pornografi di dalamnya. Akhirnya banyak orang tepatnya pengguna Twitter yang malah asik menonton video porno di Twitter. Pasti jadi pertanyaan bagaimana sistem kebijakan Twitter sebenarnya.
Jadi sebenarnya tidak boleh kita mengunggah konten dewasa di Twitter. kalaupun kita mengunggahnya, kita harus mengatur dan memenuhi syarat yang diberikan oleh Twitter misalnya dengan menandai bahwa akun kita sebagai akun sensitif atau media tersebut sensitif.
Twitter juga memberikan fitur untuk melaporkan tweet yang mengandung konten dewasa, yaitu dengan melaporkannya sebagai media sensitif. Jadi kalau kamu menemukan media sensitif, ya laporkan saja ke Twitter.
Tentu saja kita harus tahu, Twitter mencoba untuk mewadahi konten-konten di Twitter, antara konten biasa dan yang konten sensitif. Sehingga kita bisa mendapatkan kesimpulan bahwa Twitter tidak serta merta memblokir media porno, dewasa, atau lainnya selama tidak melanggar ketentuan Twitter. Bila melanggar baru di takedown. Karena sejatinya Twitter berusaha untuk menjadi sebuah ruang publik dimana bisa untuk berbicara (Tweet) dengan berbagai cara sesuai dengan aturan yang Twitter miliki.
Konten pornografi berdampak buruk bagi siapapun, setiap orang harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial salah satunya Twitter. Hal tersebut tergantung pribadi masing-masing. Setiap orang diharapkan tau dan memiliki batasan diri sendiri. Setiap orang diharapkan dapat mempunyai kontrol untuk memilah konten yang dapat dilihat dan yang tidak. Karena bagaimana pun, konten pornografi sangat berdampak buruk, ahli saraf menyebut kepuasan yang didapat dari menonton film porno dapat merusak perkembangan jalur saraf otak. Hal itu memicu berbagai hal negatif seperti depresi, disfungsi ereksi, hingga kematangan emosi yang terhambat.

Komentar
Posting Komentar