Tugas Membuat Teks Editorial
Konten Prank KDRT Baim, Paula Terancam Hukum Pidana
Pasangan selebriti Indonesia Muhammad Ibrahim, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Baim Wong dan istrinya Paula Verhoeven menjadi sorotan karena konten YouTube yang dibuatnya baru-baru ini mengenai prank KDRT dengan judul "Baim KDRT. Paula Jalani Visum, Nonton Sebelum Vidio Ini di Takedown"
Hal tersebut mendapatkan banyak kecaman dari berbagai pihak karena kasus yang sebenarnya sensitif dan cukup serius dijadikan bahan konten prank, bahkan mereka unggah di akun YouTube.
Selain itu baim, paula dinilai tidak memiliki empati terhadap musibah yang sedang dialami teman selebritinya yang dijuluki Leslar oleh penggemarnya ini. Leslar dikabarkan mengalami kasus serupa, hingga harus memilih jalur hukum karena KDRT yang dialami cukup serius.
Dalam tayangan YouTube tersebut Baim Wong meminta Paula istrinya, untuk berpura-pura mengaku menjadi korban KDRT. Paula sendiri mengaku sempat ragu akan berbicara apa kepada polisi nantinya.
Selesai melakukan prank, di akhir video baim berbicara mengenai aksinya ini hanya sebuah konten saja.
"Jangan pada baper apa gimana, kita ikut prihatin kok cuma kita mau tau aja kalau kita ngadu itu bener, "ucap baim
Aksi tersebut membuat salah satu ahli hukum dan pengacara kenamaan, H.R.M Bagiono ikut berkomentar.
"Kita tahu maksudnya baim itu hanya sebuah konten, tapi kita tahu kondisi psikologi yang masyarakat rasakan terhadap kasus Leslar itu sensitif. Kalau kasusnya KDRT begini harusnya nggak dibuat konten," tegas Bagiono di Jakarta Minggu (2/10).
"Kita harus tahu ada rambu-rambu konten yang sifatnya mengedukasi. Konten itu harus mengedukasi, dan memberikan sesuatu yang ada contoh dan jiwa serta pikiran, " jelasnya lagi.
Oleh karena itu Bagiono mengingatkan semua orang untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam membuat sebuah konten. Setelah konten tersebut mendapat reaksi buruk dari berbagai pihak termasuk netizen. Akhirnya Baim, Paula meminta maaf dalam salah satu unggahan Instagramnya dan meminta maaf secara langsung kepada Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan selaku pihak polisi terkait. Namun pihak kepolisian tetap menindak lanjuti prank KDRT tersebut. Hal itu karena Baim, Paula merupakan figur publik yang sepatutnya memberikan contoh baik kepada masyarakat.
"Nanti pimpinan yang akan menindak lanjuti, karena baim dan paula ini figur publik. Jadi diambil oleh Polres Jakarta Selatan. Nanti sore akan ada kabar dari polres entah dibikin surat laporan, atau apa. Kita tunggu perkembangan sore ini, " ujar Kompol Febriman Serlase saat ditemui di kantornya senin (3/10).
Permintaan maaf dari Baim, Paula lantas mendapat apresiasi dari Febriman Serlase. Namun hal itu tidak membuat kasus hukum berhenti begitu saja.
Konten prank KDRT yang dibuat Baim dan Paula membuat mereka seolah meremehkan kasus KDRT apalagi terhadap perempuan.
Dan jika mereka memiliki empati terhadap Leslar yang mereka kenal, konten prank KDRT seharusnya tidak mereka buat, dan tidak mereka unggah di YouTube, seakan hanya mementingkan keuntungan diri mereka sendiri.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAstagfirullah harusnya gaboleh gitu😔
BalasHapusIya kakak, terima kasih sudah mau membaca! sehat selalu ...
HapusSayang sekali yaa.. seharusnya artis bisa memberi contoh yang baik untuk masyarakat, bukan malah membuat prank yang mempermainkan polisi seperti itu
BalasHapusBetul sekali ...
Hapus